Rabu, 27 Mei 2020

Perpisahan Kita

Dan setelah puluhan purnama aku berusaha bertahan mempertahankan apa yang kita mulai pada subuh itu, akhirnya... disini aku terkapar dan  tersadar pada kenyataan, bahwa memang tuhan menginginkan kehadiranmu hanya untuk aku "relakan".

Kita akhirnya kandas meskipun kita telah berusaha bertahan cukup keras, bahwa waktu satu tahun tidak cukup untuk kita saling mempertahankan,bahwa ternyata ego kita terlalu tinggi untuk di lalui. Dan aku tahu  mungkin itu cara Tuhan menguji keyakinanku dengan kehadiran dan kepergiannu.

Dalam cerita ini, aku tidak akan lagi berbicara siapa yang salah, siapa yang benar. Karena dalam perpisahan kita semua saling melukai. Kita punya sudut pandang masing-masing tentang siapa yang paling terluka dalam perpisahan ini. Bohong jika aku bilang aku tidak terluka.
Langit-langit kamarku tahu bagaimana  tatapan kosongku pada siang hari dan malam-malamku menangis seperti orang bodoh, dia tahu. Dan kamu juga harus tau bagaimana hancur ibuku melihatku seperti itu.

Setelah Perpisahan itu aku berantakan  tanpa kamu, tapi bukan aktifitasku dan semua yang aku bangun jauh sebelum mengenal kamu. Pengaruhmu tak segitu dasyatnya dalam kehancuran hidupku.
Setelah perpisahan kita aku merasa bahwa keputusanku untuk pergi adalah hal terbaik yang aku ambil dalam hubungan kita. Dan..... lihatlah aku  sekarang sudah mampu berdiri dengan kokoh, diatas kakiku sendiri. TANPA KAMU

Perpisahan ni baik,agar kita tidak saling melukai lebih dalam. Aku terluka karena kamu yang selalu ingkar janji,kamu yang sulit aku temui,kamu yang sibuk sendiri, kamu yang bahkan saat kita bersama jiwamu tidak ada bersamaku. Dan aku rasa aku juga telah membuat luka yang sama untukmu bukan? aku yang semenjak itu mulai mengabaiknmu, kamu yang merasa harga dirinya terinjak karena aku yang selalu melakukan segalanya sendiri, tapi dimana peranmu dalam menjaga dan melindungiku.
Sudahlah... kita punya cerita pembenaran sendiri untuk alasan segala hal yang kita lakukan bukan?

Dan sekarang telah puluhan purnama juga kita berpisah. Dan rasa ini juga sudah menghilang, sejak terkhir ada yang menyebut namamu, namun aku sudah tidak merasakan apapun.






                                                                         terimkasih karena engkau lepaskan

                                                                                                    Selamat malam BIGBOSS

Tidak ada komentar: