Rabu, 11 April 2018

Resah.

  Aku tersadar. Percakapan kita mulai melambat.
Aku takut Lambat....lambat...lambat lalu menghilang. Aku sungguh tidak mau hal itu terjadi lagi. Bukan aku membandingkan kamu dengan yang lalu. Aku tahu setiap orang berbeda. Kamu bukan orang seperti dia semoga. Hanya saja kamu juga harus tau,setiap orang punya ketakutan dan traumannya sendiri.

Sebenarnya ada apa denganmu sayang?
apa ada yang begitu mengganggu fikiranmu? kenapa aku merasa semua percakapan kita dalam sosial media menjadi terlalu dingin. 

Jika aku salah?katakanlah. Semoga saja aku bisa memperbaikinya,agar hubungan ini tidak semakin basi nantinya.
Apa aku yang terlalu perasa?
Mungkin saja semuanya biasa saja,hanya saja aku yang terlalu terbawa suasana.
Atau mungkin juga,kamu hanya ingin sendiri saja. Tdak apa-apa sayang. Jika kau ingin sendiri dulu.
Tapi setidaknya katakanlah padaku,agar aku tidak mengganggumu lagi,jika memang kamu ingin sendiri.

Ini sangat meresahkan.
Apa ini bentuk lain dari rindu?
Ah.. ini sangat mengganggu.

Minggu, 08 April 2018

Diaku

Selamat malam sayang.
Aku ingin mengataknanya dengan lantang. AKU MENCINTAIMU. Sudah itu saja,aku tak ingin kamu merasa terbebani karena itu.

Aku tak mengerti dengan hal-hal sederhana,mengapa kamu bisa membuatku begitu menyukai kehadiranmu. Aku suka saat kita bisa meluangkan waktu sekedar bercerita. Aku suka canda tawamu saat kita berada dalam laju sepeda motor Purwokerto - Purbalingga. Bercerita tentang banyak hal,dari kuliah,teman nikah sampai tentang kita saat ini.

Denganmu aku menemukan arti lain dari romantis. Romantis itu tidak harus tentang sunset, tentang sunrise,tentang kafe atau semacam itu. Makan ketoprak denganmu di sekitar alun-alun saja,romantis itu bisa hadir kapan saja,tanpa diminta.

Aku sangat bersyukur pada Tuhan bawa meskipun umurku semakin berkurang, semua tidak terasa sia-sia setelah bertemu denganmu. Dan entah mengapa setiap kali aku meminta kepada Tuhan agar  aku didekatkan dengan jodohku. Bayangmu hadir, sebagai sosok yang ada dikepalaku.

Bahagiaku sederhana saja, asal kamu mau duduk bersamaku mendengarkan celotehku, meski kadang sikap kekanak-kanakkan dan manjaku mengganggumu tapi aku ingin kamu tetap mau bersamaku. Aku ingin kamu tahu sifatku,bahwa aku bukan orang yang anggun,yang pandai bermakeup, atau standar kecantikan lainnya yang tidak akan kamu temui dalam diriku. Perempuan ini memiliki banyak kekurangan yang mungkin membuatmu kesal,aku sungguh ingin menunjukan padamu sehingga kamu akan tahu mampukah kamu bertahan denganku?

Dan maafkan perempuan ini yang sering minta kamu temani. Yang sering merepotkanmu dan membuatmu kesal dengan sikapnya. Aku hanya minta bersabarlah dengannya,kadang dia hanya perlu waktu untuk dirinya. Jangan memarahinya apalagi mendiamkannya. Dia hanya perlu di tatap kemudian di peluk,dan diucapkan padanya bahwa semua akan baik-baik saja.

Selamat malam sayang,
Terimakasih untuk segalanya. Dan kamu harus tahu dihatiku kau memiliki peran yang luar biasa.

Dari orang yang rindu kamu tatap matanya dan usap kepalanya.

Jumat, 06 April 2018

DIAKU SAAT INI

Dia..
Seseorang yang dulu begitu gigih mengejarku,yang tak pernah menyerah dengan ribuan kata TIDAK yang kuucapkan kepadanya.
Diaku saat itu,dia yang mampu menemaniku sampai larut malam,diaku yang selalu mengingatkan aku pada tuhanku. Dia yang selalu membalas chatku bahkan sebelum aku selesai mengetiknya. Dia yang menjadikan aku prioritasnya.

Dan..
Entah mengapa aku mulai merasakannya berbeda. Dia yang lebih sering memilih teman-temannya dari pada chating lama-lama denganku. Dia yang sangat sulit kutemui meski rumahnya tidak begitu jauh dari sini. Aku berusaha memahaminya. Aku sadar bahwa dunianya bukan hanya tentang aku. Dunianya bukan hanya untuk membuatku tersenyum. Dia juga punya keluarga dan teman yang perlu dia bahagiakan juga.

Lalu chat kami kian melambat. Waktunya semakin jarang ku dapat. Tawanya, tatapannya dan suaranya semakin samar dalam ingat. Aku tahu semua orang akan berubah pada akhirnya. Cepat ataupun lambat. Entah itu baik atau malah semakin buruk. Tapi bukankah kita hanya perlu menyesuaikan perubahan itu. Jadi bisakah kita menghadapi perubahan itu atau tidak.

Meski begitu aku yakin dia bukan orang yang pandai mendua. Bukan. Dia bukan orang yang demikian. Meskipun mungkin dia pandai menyembunyikan rahasia. Hanya saja sebenarnya dia tidak terlalu pandai dalam mengatur waktunya antara diriku atau teman - temannya.

Jujur kadang aku cemburu. Jika boleh aku memutar waktu aku ingin menjadi temannya saja. Karena nyatanya menjadi temannya akan lebih mudah untukku mendapatkan perhatiannya,mendapatkan waktunya...


Priaku..
Aku mohon,aku ingin kamu yang dulu
Yang mampu membalas chatku lebih cepat dari menulisku.