Aku kecewa.
Ternyata kamu belum juga bisa membedakan dan menempatkanku sebagai seseorang yang istimewa di hatimu. Yang dimana kamu rela menjagaku,tidak melukaiku,tidak merendahkan harga diriku,dan membuat aku harus meneteskan air mata hanya karena ucapanmu.
Aku kecewa.
Bahwa ternyata,semua penghargaanku kepadamu,yang menganggapmu orang yang berbeda dari lainnya, yang mampu dengan pasti menjagaku,yang pandai menyenangkan hatiku,yang mampu menghargai pemikiranku,yang mampu melindungi martabatku, hari ini melukai kepercayaan itu.
Rasanya semua yang aku jaga selama ini menjadi sia-sia. Serasa bahwa aku gagal menjadi orang yang baik di matamu.
Sungguh harga diriku terenggut dengan ucapanmu. Maaf jika aku terlalu perasa. Aku tahu awalnya kamu hanya bercanda,aku tahu. Tapi bercandamu bagiku itu tak lucu. Mungkin karena ini bagiku tentang harga diriku.
Seharusnya kamu bisa membedakan perkataan mana yang pantas kamu ucapkan kepadaku,dan mana yang pantas kamu ucapkan pada mereka yang memang jiwanya telah di jual.
Sungguh aku sangat kecewa. Terserah saja jika kamu menganggapku kolot, kampungan, tidak sesuai zaman, munafik, sok suci atau apapun. Aku sungguh tidak peduli. Karena aku diajarkan untuk menjaga diri.
Aku kecewa. Hatiku sungguh sakit,mengingat hal itu ribuan kali. Aku ingin melupakan,seolah semua baik2 saja,tapi nyatanya lupaku lebih lama dari maafku. Jika saat ini lidahku sudah mampu untuk memaafkanmu,tapi rasa kecewa ini perlu waktu untuk menyembuhkannya.
Dan terimakasih,kamu sudah membuka pikiranku untuk berfikir ribuan kali untuk untuk memantapkan hatiku jika nanti harus benar-benar menjatuhkan hatiku. Terimakasih sudah membuka hatiku untuk lebih bersabar,terimakasih sudah memberi pelajaran padaku untuk lebih terbuka dengan hal-hal baru,terimakasih sudah mengingatkan aku agar lebih memperkuat imanku.
Dan maaf saja jika saat ini aku ragu. Apakah benar kamu yang dikirim tuhan untukku? Atau yang hanya sekedar singgah untuk menguji ke imananku?.
Ternyata kamu belum juga bisa membedakan dan menempatkanku sebagai seseorang yang istimewa di hatimu. Yang dimana kamu rela menjagaku,tidak melukaiku,tidak merendahkan harga diriku,dan membuat aku harus meneteskan air mata hanya karena ucapanmu.
Aku kecewa.
Bahwa ternyata,semua penghargaanku kepadamu,yang menganggapmu orang yang berbeda dari lainnya, yang mampu dengan pasti menjagaku,yang pandai menyenangkan hatiku,yang mampu menghargai pemikiranku,yang mampu melindungi martabatku, hari ini melukai kepercayaan itu.
Rasanya semua yang aku jaga selama ini menjadi sia-sia. Serasa bahwa aku gagal menjadi orang yang baik di matamu.
Sungguh harga diriku terenggut dengan ucapanmu. Maaf jika aku terlalu perasa. Aku tahu awalnya kamu hanya bercanda,aku tahu. Tapi bercandamu bagiku itu tak lucu. Mungkin karena ini bagiku tentang harga diriku.
Seharusnya kamu bisa membedakan perkataan mana yang pantas kamu ucapkan kepadaku,dan mana yang pantas kamu ucapkan pada mereka yang memang jiwanya telah di jual.
Sungguh aku sangat kecewa. Terserah saja jika kamu menganggapku kolot, kampungan, tidak sesuai zaman, munafik, sok suci atau apapun. Aku sungguh tidak peduli. Karena aku diajarkan untuk menjaga diri.
Aku kecewa. Hatiku sungguh sakit,mengingat hal itu ribuan kali. Aku ingin melupakan,seolah semua baik2 saja,tapi nyatanya lupaku lebih lama dari maafku. Jika saat ini lidahku sudah mampu untuk memaafkanmu,tapi rasa kecewa ini perlu waktu untuk menyembuhkannya.
Dan terimakasih,kamu sudah membuka pikiranku untuk berfikir ribuan kali untuk untuk memantapkan hatiku jika nanti harus benar-benar menjatuhkan hatiku. Terimakasih sudah membuka hatiku untuk lebih bersabar,terimakasih sudah memberi pelajaran padaku untuk lebih terbuka dengan hal-hal baru,terimakasih sudah mengingatkan aku agar lebih memperkuat imanku.
Dan maaf saja jika saat ini aku ragu. Apakah benar kamu yang dikirim tuhan untukku? Atau yang hanya sekedar singgah untuk menguji ke imananku?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar